6S : Road to Success

(Business Lounge – Operate Efficiently) 5S adalah metode yang awalnya digunakan oleh Toyota, namun kini populer sebagai salah satu perangkat penting dari metode Lean Six Sigma dalam hal pendekatan terhadap lingkungan kerja. Dalam perjalanannya, 5S ini berkembang menjadi 6S. Bagaimanakah kunci supaya implementasi 6S sukses? Berikut ini adalah ulasannya.

5S adalah salah satu fondasi penting dalam Lean Six Sigma, yang merupakan pendekatan yang dilakukan dalam memperbaiki lingkungan kerja, sehingga waste bisa dieliminasi dan terciptalah lingkungan kerja yang efisien, efektif serta produktif. 5S ini terdiri antara lain adalah Seiri (sort), Seiton (set in Order), Seiso (shine), Seiketsu (standardize), Shitsuke (sustain) dan elemen terakhir yang menjadikannya berkembang sebagai 6S yakni Safety. Pendekatan 5S ini diambil dari Toyota Production System yang disebut juga sebagai JIT Manufacturing dan dikembangkan oleh tiga orang pendiri Toyota yakni Sakichi Toyoda, putranya Kiichiro Toyoda dan insinyur Taiichi Ohno pasca Perang Dunia II.

JIT ini sebenarnya pertama kali dipraktekkan oleh Ford, namun diadaptasi oleh ketiga pendiri Toyota yang kurang terkesan dengan sistem manufaktur di Ford yang menurut mereka penuh dengan waste, antara lain jadwal kerja yang kurang baik serta inventory yang berceceran. Setelah mengunjungi Ford, mereka mengunjungi Supermarket Piggly Wiggly yang kemudian juga menjadi model dalam mengembangkan Toyota Production System (TPS).

Contoh perusahaan yang juga menerapkan 5S selain Toyota adalah Metaldyne, sebuah produsen yang menjadi supplier bagi berbagai perusahaan otomotif global. Metaldyne yang menerapkan 5S sejak tahun 2002 mengaku memperoleh banyak manfaat dari 5S. Kebersihan pabrik, misalnya, membuat pelanggan terkesan dan memicu karyawan untuk kerja lebih bersemangat. 5S juga memungkinkan mereka untuk bertahan di masa downturn sektor otomotif saat itu, karena selagi tetap fokus terhadap kualitas, mereka juga bisa menekan biaya dengan mengeliminasi waste, sehingga value produk meningkat. Dan salah satu yang terpenting, Metaldyne juga berhasil membantu pabrik untuk memperoleh ruangan yang ’baru’ setelah membersihkan dan merapihkan pabrik

Supaya dapat mengimplementasikan 6S ini dengan sukses, maka perusahaan Anda bisa mengambil langkah-langkah berikut ini:

Definisi Jelas

Supaya 6S berjalan dengan sukses, maka pemimpin harus mempunyai gambaran yang jelas mengenai bagaimana lingkungan kerja yang ideal setelah implementasi 6S. Jika tidak didefinisikan dengan jelas, maka karyawan tidak akan memperoleh gambaran yang seragam mengenai lingkungan kerja yang seharusnya. Misalnya, pada tahap Sort, item yang Anda anggap bermanfaat mungkin saja sebenarnya tidak dan hanya menghabiskan space ruangan saja. Oleh karena itu, sebaiknya sertakan definisi yang jelas mengenai perubahan-perubahan apa yang diinginkan setelah 6S.

Komitmen dari Pemimpin

Suatu perubahan tentunya harus dimulai dari sang pemimpin. Begitu pula dengan 6S, maka butuh komitmen yang kuat dari pemimpin untuk menjalankannya. Segenap jajaran pemimpin harus menjadi contoh yang baik bagi anak buahnya dalam menjalankan 6S. Sehingga, karyawan dapat melihat bahwa pemimpinnya bisa diambil sebagai contoh sementara pemimpin juga bisa berbagi dengan karyawan mengenai bagaimana caranya dalam memperbaiki lingkungan kerja.

Training

Untuk membiasakan karyawan pada suatu hal, kadangkala diperlukan training atau pelatihan, tidak terkecuali pada 6S ini. Seandainya perusahaan sudah mempunyai gambaran yang jelas mengenai bagaimana lingkungan kerja ideal yang diinginkan, maka mereka bisa menyelenggarakan training untuk para karyawan. Training ini ditujukan supaya menanamkan perilaku 6S yang diinginkan kepada para karyawan. Misalnya, bagaimana standar yang ada untuk proses kerja tertentu? Atau bagaimana criteria safety yang terdapat pada pekerjaan tertentu? Beberapa membutuhkan training tersendiri.

Disiplin

Komitmen untuk menjalankan 6S membutuhkan disiplin yang kuat. Untuk mendisiplinkan implementasinya, maka 6S perlu dimasukkan sebagai elemen penilaian kinerja. Sehingga, untuk memperoleh penilaian kinerja yang baik, maka karyawan harus mengimplementasikan 6S dengan disiplin. Selain itu, karena 6S di evaluasi maka karyawan juga bisa memperoleh feedback mengenai bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Sehingga terciptalah continuos improvement dalam lingkungan kerja.

Contoh Konkret

Bagaimana Anda dapat meyakinkan karyawan untuk menggunakan 6S? Caranya, tunjukkan manfaatnya. Pemimpin, misalnya, bisa menunjukkan bahwa program 6S ini berhasil diimplementasikan dengan baik di salah satu lingkungan kerja sebagai contoh. Bahkan pemimpin sebaiknya menunjukkan contoh konkret dari 6S yang telah dilakukannya sendiri. Ini dilakukan untuk memotivasi dan meyakinkan karyawan atas manfaatnya.

Demikian adalah tips-tips dalam melaksanakan program 6S dengan sukses.

(Palimirma/IC/BL)

Leave a Reply

Your email address will not be published.