(Business Lounge – HR) – Siapa yang tidak mengenal striker Inggris Wayne Rooney? Sebuah berita berjudul ”Temperamen Rooney Kembali Jadi Sorotan” menceritakan mengenai striker Inggris Wayne Rooney yang kembali mendapat sorotan tajam karena melontarkan kata-kata kasar kepada wasit Jeff Selogilwe. “Dia berkata-kata kasar. Dia adalah pemain yang baik bila Anda melihat dia di televisi, tetapi ketika Anda melihatnya di dalam lapangan dia hanya terus menghina wasit.”

Sekalipun Rooney seorang yang hebat dilapangan hijau tapi orang berpendapat buruk tentang Rooney, yakni seorang yang berattitude buruk dan kasar. Ia dapat menimbulkan masalah bagi timnya. Sebab bisa saja karena perilakunya tersebut Rooney mendapat kartu kuning atau bahkan kartu merah, dan jika demikian tentu hal itu sangat merugikan timnya. Dan hal ini memang sudah beberapa kali terjadi pada diri Rooney.

Di dalam dunia kerja nilai-nilai seseorangpun bukan hanya dilihat dari prestasinya saja tetapi dari attitudenya yang membuat orang tersebut di hormati. Dan yang sering terjadi di dunia kerja adalah seorang atasan yang punya jabatan cukup tinggi namun tidak dapat menjaga kata-katanya kepada bawahannya dan memimpin anak buahnya dengan kata-kata yang kasar, sehingga bawahannya menjadi tidak respek. Hal ini mengakibatkan lingkungan kerja menjadi tidak nyaman dan menimbulkan perasaan tertekan. Sudah dipastikan atasan yang demikian cenderung menimbulkan masalah di dalam perusahaan, diantaranya mendorong naiknya angka turnover di bagian tersebut. Sehingga menambah tugas HRD untuk terus menerus melakukan perekrutan bagi anak buahnya. Mengeluarkan kata-kata kasar di dunia kerja bukanlah hal yang dapat dipandang enteng sebab dapat menurunkan kinerja satu bagian tertentu yang dapat berdampak negatif pada perusahaan.

Dunia kerja tidak hanya selalu berbicara soal gaji tapi kenyamanan dalam lingkungan kerja. Disinilah dibutuhkan peran HRD untuk menjadi tempat ”mengadu” bagi karyawan yang mendapat perlakuan kasar. Karyawanpun harus diperlakukan sebagai aset bagi perusahaan. HRD dapat mengkomunikasikan hal tersebut pada top management, harus ada upaya untuk menciptakan kenyamanan dalam lingkungan bekerja. Dan HRD pun dapat melakukan pendekatan pada atasan tersebut atas prilakunya yang kurang menyenangkan.

Perlu diperhatikan juga bahwa budaya mengucapkan terima kasih termasuk kepada bawahan dapat meningkatkan motivasi dalam bekerja, sebab bawahan tersebut merasa dihargai atas hasil kerjanya. Ucapan terima kasih adalah salah satu bentuk apresiasi.

SN/RP/BL

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.